Hasil dari penelitian ini didapatkan penurunan tanda dan gejala pada pasien 1 yaitu dari skor 8 menjadi 1, sedangkan pasien 2 terdapat dari skor 10 menjadi 3 tanda dan gejala. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa dari penerapan Latihan kemampuan positif pada pasien harga diri rendah ini didapatkan penurunan yang signifikan dalam menerapkan Sp 1-3 Harga diri rendah.
Setelah penerapan terapi dakon, kedua subjek menunjukkan peningkatan skor MMSE. Pada pasien 1 nilai MMSE meningkat dari 20 menjadi 20 (stabil), pada pasien 2 meningkat dari 22 menjadi 22 (stabil), dan pada hari ketiga terjadi peningkatan dan stabilisasi kognitif (pasien 1 = 21, pasien 2 = 21). Simpulan : Terapi dakon dapat menjadi alternatif intervensi yang menyenangkan dan efektif untuk mening…
Pada klien 1 didapatkan skor kuesioner sebelum diberikan edukasi pertemuan 1 50,pertemuan 2 60,pertemuan 3 80 dan skor setelah diberikan edukasi didapatkan skor pertemuan 1 60,pertemuan 2 80,pertemuan 3 100, pada klien 2 didapatkan skor kuesioner sebelum diberikan edukasi pertemuan 1 20, pertemuan 2 40, pertemuan 3 60 dan skor setelah diberikan edukasi pertemuan 1 40, pertemuan 2 50, pertemuan …
pada subjek 1 didapatkan skor nyeri sebelum diberikan terapi relaksasi yaitu 6 (nyeri sedang) setelah diberikan terapi relaksasi autogenik menjadi 3 (nyeri ringan). Pada subjek 2 didapatkan skor nyeri sebelum diberikan terapi relaksasi autogenik yaitu 6 (nyeri sedang) setelah diberikan terapi relaksasi autogenik menjadi 2 (nyeri ringan). Kesimpulan : hasil studi kasus dari kedua subjek menunjuk…
Selama 3 hari dilakukan penerapan latihan batuk efektif didapatkan hasil bersihan jalan napas. Pada subjek 1 dari score 22 dengan kriteria hasil : menurun di hari ke 3 didapatkan score :46 dengan kriteria hasil : Meningkat dan pada subjek ke 2 dari score 21 dengan kriteria hasil : menurun di hari ke 3 didapatkan score :47 dengan kriteria hasil : Meningkat.
selama tiga hari melakukan penerapan metode kangguru didapatkan peningkatan suhu tubuh yang diukur menggunakan termometer. Pada pasien 1 sebelum penerapan 36,20 dan sesudah penerapan 37,10C, dan pada pasien 2 sebelum penerapan 36,20C dan sesudah penerapan 37,00C. Kesimpulan : Maka berdasarkan hasil yang didapat dari 2 pasien diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan metode kangguru ini efektif u…
pada ibu An.G dengan skor kuesioner yang sebelum diberikan edukasi kesehatan p1 50, p2 60, p3 80 dan skor sesudah diberikan edukasi kesehatan p1 60, p2 80, p3 100, pada ibu An.R dengan skor pre test p1 40, p2 50, p3 70 dan post test p1 50, p2 70, p3 80 Kesimpulan: Setelah penulis melakukan edukasi kesehatan selama 3 x pertemuan pada ibu An.G dan Ibu An.R dari hasil sebelum dan sesudah diberika…
Menggunakan metode deskriptif yakni menggunakan lembar observasi, dengan instrumen penelitian ini menggunakan sfigmomanometer. Hasil Penelitian : Dari hasil penerapan teknik relaksasi benson didapatkan terjadinya penurunan tekanan darah pada ibu hamil. Subjek 1 dari 149/91 mmHg menurun menjadi 130/87 mmHg. Subjek 2 dari 145/99 mmHg menurun menjadi 129/80 mmHg. Kesimpulan : penerapan terapi rela…
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu menggambarkan dan memaparkan masalah peneliti pada dua klien. Menunjukkan bahwa adanya perubahan pengaruh dari penerapan Brisk Walking Exercise untuk menurunkan tekanan darah. Terapi Brisk Walking Exercise ini dapat menurunkan Hipertensi dan dapat memperoleh gambaran hasil dari penerapan Brisk Walking Exercise.
setelah dilakukan edukasi visual video perawatan kaki pada klien 1 didapatkan hasil 66,6% (Pengetahuan cukup) sedangkan klien 2 didapatkan hasil dari 79,1% (pengetahuan baik) kemudian didapatkan keduanya mengalami peningkatan pengetahuan tentang perawatan kaki.
Setelah dilakukan edukasi kesehatan selama 3 hari pertemuan didapatkan pengetahuan kedua klien meningkat yaitu Ny “I” dengan skor kuesioner sebelum diberikan edukasi kesehatan 52 dan skor sesudah diberikan edukasi kesehatan 84 pada Ny “S” dengan skor pretest 48 dan post test 92.
setelah dilakukan penerapan selama 7 hari pada subjek 1 dan subjek 2, diperoleh hasil skala reeda pada kedua subjek mendapat skor 0 masuk kategori penyembuhan luka baik. Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan efektifitas penerapan vulva hygiene untuk mencegah terjadinya infeksi pada ibu post partum dengan masalah keperawatan risiko infeksi.
setelah dilakukan penerapan sucking ice cube pada respoden 1 dan responden 2, kedua responden sama-sama mengalami penurunan rasa haus dari rasa haus sedang menjadi ringan. Kesimpulan: penerapan sucking ice cube mampu menurunkan intensitas haus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa.
Pasien pertama mengalami peningkatan SpO2 dari 94% menjadi 98%, pasien kedua dari 96% menjadi 99%. Kesimpulan: Penerapan posisi semi Fowler efektif meningkatkan saturasi oksigen pada pasien gagal jantung dengan gangguan pertukaran gas.
Penerapan hand held fan ini menggunakan kipas genggam selama 5 menit dengan jarak 15 cm dengan kecepatan 2 (sedang). Hasil dari penelitian ini didapatkan penurunan frekuensi nafas pada pasien 1 sebelum dilakukan penerapan yaitu 28x/menit sedangkan sesudah dilakukan penerapan frekuensi nafas menurun menjadi 23x/menit, pada pasien 2 sebelum dilakukan penerapan hand held fan yaitu 26x/menit sedang…
Berdasarkan hasil studi kasus yang telah dilakukan kepada dua pasien dengan nilai skala morse 50 sebelum melakukan ankle strategy exercise dan nilai 50 sesudah dilakukan penerapan ankle strategy exercise didapatkan data terjadi peningkatan keseimbangan tubuh. Tn.M sebelum diberikan penerapan belum dapat mempertahankan keseimbangan tubuhnya, dan setelah diberikan penerapan Tn.M dapat meningkatka…
Didapatkan hasil peningkatan pengetahuan setelah dilakaukan edukasi kesehatan.Kesimpulan:Setelah penulis melakukan penerapan edukasi kesehatan selama 3x pertemuan penerapan Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada pasien DBD adanya peningkatan pengetahuan, dimana pada keluarga An.Z didapati hasil tingkat pengetahuannya dari skor 45 (pengetahuan kurang) menjadi skor 95 (pengetahuan baik). Se…
Keduanya menunjukkan penurunan skala nyeri. Responden 1 dari skala nyeri 6 menjadi 2, dan responden 2 dari skala 5 menjadi 2. Keduanya tampak lebih nyaman dan rileks.
sebelum dilakukan penerapan kegel excercise nyeri yang didapatkan adalah nyeri sedang skala nyeri 6, setelah dilakukan penerapan selama 7 hari pada Responden 1 nyeri berkurang menjadi 1 nyeri ringan, dan Responden 2 diperoleh hasil nyeri menurun menjadi 1 nyeri ringan, pada kedua responden sama-sama menurun pada hari ke 7.
menggunakan metode deskriftif untuk mengekspresikan suatu peristiwa studi kasus difokuskan pada edukasi video untuk meningktakan pengetahuan tentang bullying. Pada kedua pasien dengan kriteria inklusi dan eksklusi di SD Negeri 223 Palembang. Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi menggunakan media video audio visual efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang bullying.