Setelah penerapan terapi dakon, kedua subjek menunjukkan peningkatan skor MMSE. Pada pasien 1 nilai MMSE meningkat dari 20 menjadi 20 (stabil), pada pasien 2 meningkat dari 22 menjadi 22 (stabil), dan pada hari ketiga terjadi peningkatan dan stabilisasi kognitif (pasien 1 = 21, pasien 2 = 21). Simpulan : Terapi dakon dapat menjadi alternatif intervensi yang menyenangkan dan efektif untuk mening…
Berdasarkan hasil studi kasus yang telah dilakukan kepada dua pasien dengan nilai skala morse 50 sebelum melakukan ankle strategy exercise dan nilai 50 sesudah dilakukan penerapan ankle strategy exercise didapatkan data terjadi peningkatan keseimbangan tubuh. Tn.M sebelum diberikan penerapan belum dapat mempertahankan keseimbangan tubuhnya, dan setelah diberikan penerapan Tn.M dapat meningkatka…
subjek 1 dan subjek 2 sama-sama mengalami peningkatan fungsi kognitif dan didapatkan hasil pemeriksaan MMSE Ny.R dari 16 ke 18 (kognitif sedang) sedangkan pada Ny.A pemeriksaan MMSE dari 17 ke 18 (kognitif sedang) Simpulan: penerapan terapi okupasi kerajinan tangan yang dilakukan oleh penulis mampu meningkatkan fungsi kognitf pada lansia
bedasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa edukasi toilet training kepada kedua klien menujukan bahwa tingkat pengetahuan dimana Ny.I dan Ny.P sebelum diberikan edukasi memiliki dengan klasfikasi pengetahuan tingkat kurang dan setelah dilakukan edukasi memiliki klasfikasi tingkat pengtahuan baik.
Proposal ini bertujuan untuk memberikan gambaran penerapan Assertivenee Training pasien resiko prilaku kekerasan untuk memanajemen pengendalian.
Studi kasus ini yaitu untuk mendapatkan hasil dari penerapan yang akan dilakukan. Metode: Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif untuk mempelajari bagaimana terapi bermain pasir warna dapat membantu anak prasekolah berusia 3 hingga 5 tahun yang mengalami kecemasan yang disebabkan oleh hospitalisasi.
setelah dilakukan penerapan selama 6 hari resiko jatuh berkurang dari sedang menjadi ringan sedangkan klien 2 blum ada perubahan dari resiko jatuh sedang ke sedang. Kesimpulan: penerapan tandem stance exercise efektif dalam mengurangi resiko jatuh.
menggunakan desain deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus untuk mengidentifikasi terapi bobath. Subjek yang digunakan adalah lansia yang mengalami intoleransi aktivitas akibat kurang nya beraktivitas. subjek 1 dan subjek 2 sama - sama mengalami peningkatan kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari - hari, pada subjek 1 dari (nilai indeks kats B) meningkat menjadi (nilai …
hasil didapatkan jatuh dari tempat tidur menurun, jatuh saat berdiri menurun, jatuh saat duduk menurun, jatuh saat berjalan menurun. Pada kepatuhan penggunaan alat bantu jalan ini menandakan keberhasilan pada penerapan ini, peningkatan pada perilaku pencegahan risiko jatuh mencerminkan integrasi alat bantu jalan dalam kehidupan sehari-hari lansia.
penelitian bertujuan untuk menurunkan nyeri pada pasien cedera kepala ringan.